Perang Dunia II (1939-1945)

1. Lahirnya Negara-negara Fasis
Setelah Perang Dunia I usai, muncullah negara-negara yang menganut paham fasis, yaitu faham yang mmenonjolkan kepentingan negara diatas segala-galanya  dan tidak menghargai kepentingan perorangan.
Ciri-ciri fasisme:

  1. Berkembangnya rasa nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme)
  2. Cenderung mendeakan penguasa tunggal yang bersikap diktator
  3. Bersikap anti demokrasi
  4. Lebih menonjolkan kepentingan negara serta mengabaikan kepentingan perorangan

2. Negara-negara fasis menjelang perang dunia II
    a. Jerman dibawah Pemerintahan Adolf Hitler

Pada tahun 1919, Hitler mendirikan partai NAZI, kemenangan partai NAZI pada pemilihan umum mengantarkan Hitler sebagai perdana menteri Jerman. Bahkan jabatan presiden ia rangkap setelah presiden Hidenberg wafat.
Hitler menuangkan ajaran-ajaran Nazisme melalui bukunya yang berjudul Mein Kampt (perjuangan saya)
Adapaun tindakan Hitler yang dianggap membahayakan dunia antara lain:

  1. Membentuk polisi rahasia (Gestapo)
  2. Mengibarkan rasa kebangsaan yang berlebihan
  3. Mengingkari perjanjian Versailles
  4. Berambisi sebagai penguasa tunggal Eropa

Dalam memerintah, Hitler menganggap dirinya fuhrer atau diktator tertinggi serta menerapkan politik mencari ruang hidup yang lebih luas (politik lebensraum)

b. Italia dibawah pemerintahan Benito Mussolini
Paham fasis di Italia berkembang tahun 1922, setelah pemerintahan dipegang oleh Benito Mussolini. Ia memerintah secara diktator dan bercita-cita untuk mengembalikan masa kejayaan seperti jaman Romawi Kuno yang disebut “Italia La Prima” atau “Italia Raya”.

c. Jepang dibawah pemerintahan Kaisar Hirohito
Perkembangan  bidang industri di Jepang menyebabkan tumbuh sebagai negara imperialis. Pada masa pemerintahan Perdana Menteri Tanaka, ia mengajukan doktrin yang isinya behwa bangsa jepang memikul tugas suci untuk memimpin bangsa-bangsa Asia Timur. Dokumen ini terkenal sebagai Tanaka Memorial. Sedangkan Doktrin “Hakko I chu” berisi tentang ambisi Jepang untuk menyusun suatu lingkungan persemakmuran bersama di Asia Timur Raya dibawah pimpinan Jepang.

3. Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II
Sebab-sebab yang melatarbelakangi pecahnya Perang Dunia II, adalah:


a. Sebab Umum

  1. Keinginan balas dendam Jerman sebagai akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I.
  2. Ambisi negara-negara fasis untuk melakukan ekspansi
  3. Terjadinya perlombaan senjata dalam rangka memperkuat pertahanan negara-negara di Eropa
  4. Munculnya dua blog yang saling bertentangan, yaitu:

          – Blok Sekutu, terdiri dari: Inggris, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat
          – Blok Sentral (negara proos/as), terdiri dari: Jerman, Italia dan Jepang
     5.  Kegagalan LBB dalam memelihara perdamaian dunia

b. Sebab Khusus

  1. Serangan Jerman atas Danziq (Polandia) tahun 1939, dimana pada waktu itu Danziq dibawah mandat LBB
  2. Serangan Jepang di Cina 1937
  3. Serangan Jepang atas pangkalan militer Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Habour, pada tahun 1941
  4. Akibat  Perang Dunia II

Perang Dunia II akhirnya dimenangkan oleh blok Sekutu. Berakhirnya Perang Dunia II ini membawa pengaruh:
a. Bidang Politik

  • Menculnya negara superpower (Amerika Serikat dan Uni Soviet) yang saling bertentangan
  • Banyak negara-negara yang wilayahnya terpecah

          Misalnya: Jerman, Cina, Korea, India, Yaman dan sebagainya

  • Munculnya persekutuan-persekutuan militer

          Misalnya: NATO, Pakta Warsawa, SEATO,  ANZUS dan sebagainya

  • Berdirinya PBB pada tanggal 24 Oktober 1945

b. Bidang Ekonomi

  1. Perang menyebabkan rusaknya tatanan ekonomi dunia
  2. Jerman dan Jepang tumbuh menjadi industri maju

c. Bidang Sosial

  1. Kedudukan kaum cendekiawan semakin penting
  2. Munculnya badan-badan sosial untuk menolong korban perang

Serbuan Jepang ke Negara-negara kawasan Asia Pasifik
1. Penyebab meletusnya Perang Pasifik
Penyebab meletusnya perang Pasifik ialah serbuan Angkatan Udara Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Habour (Teluk Mutiara) pada tanggal 8 September 1941.
Untuk menghadapi Jepang, Amerika Serikat membentuk komando ABDACOM, dan membentuk front ABCD. Maka pecahlah perang Asia Pasifik, sebagai bagian dari Perang Dunia II
2. Serbuan Jepang ke daerah-daerah Asia Pasifik
Setelah berhasil menghancurkan kekuatan Amerika Serikat di Pearl Habour, dengan gerak cepat Jepang mengadakan serangan kilat di dataran Cina, terus ke beberapa daerah di Asia Tenggara hingga ke Kepulauan Solomon. Serangan Jepang ini berhasil dengan gemilang.
Hal ini dapat dilihat keberhasilannya:
a. Mengusai daratan Cina
b. Menundukkan Inggris di Birma, Malaya dan Singapura sekaligus mengusai daerah-daerah tersebut
c. Merebut kawasan Indocina dari tangan Perancis
d. Menumbangkan pendukung Amerika Serikat di Filipina
e. Merebut Indonesia dari tangan Belanda
Tanda-tanda kekalahan perang Jepang mulai tampak ketika pasukannya dikalahkan pasukan front ABCD dilaut Karang dalam usahanya menyerang Australia.
3. Dampak Perang Dunia bagi Indonesia
Pemerintah kolonial Belanda di Indonesia menyerah pada Jepang pada tanggal 8 maret 1942 di Kalijati, Subang Jawa Barat diwakili Jendral Terpoorten, sedangkan Jepang oleh Jendral Hityosi Imamura.
Penyerahan Belanda terhadap Jepang tersebut berarti:
a. Kolonial Belanda di Indonesia berkahir
b. Indonesia diduduki Jepang

One thought on “Perang Dunia II (1939-1945)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *