Praktek Pemerintahan Jepang di Indonesia

Gambar Ilustrasi, sumber Google

Kedatangan bala tentara Jepang di Indonesia pada mulanya disambut hangat oleh bangsa Indonesia, karena termakan propaganda Jepang yang mengatakan bahwa:

  1. Jepang adalah saudara tua
  2. Jepang bertujuan melaksanakan pembangunan untuk kemakmuran bersama bangsa-bangsa Asia Timur Raya

Benarkah tujuan Jepang seperti propagandanya?
Bagaimana kenyataannya?

  1. Jepang Memeras Kekayaan dan Tenaga Rakyat Indonesia

Selama pendudukan Jepang melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

  1. Memeras sumber daya alam dan bahan-bahan makanan, diantaranya:
    1. Jepang mengawasi perkebunan-perkebunan, hasilnya untuk keperluan jepang.
    2. Perkebunan yang tidak mendukung keperluan perang dimusnahkan
    3. mengintensifkan perkebunan kina, karet dan tebu.

    Tindakan Jepang ini membawa akibat:

    1. Rakyat banyak yang mati akibat kekurangan makanan
    2. Rakyat kekurangan sandang
  2. Memeras barang-barang milik rakyat
    1. Rakyat wajib menyerahkan barang-barang yang bahannya terbuat dari besi
    2. Rakyat diwajibkan menyerahkan barang-barang untuk keperluan Jepang

  3. Memeras tenaga rakyat
  4. Rakyat Indonesia dipaksa bekerja keras tanpa upah (romusha)
    Tenaga mereka diperas untuk:

    1. Membangun proyek sarana prasarana untuk keperluan Jepang
    2. Menebang hutan meratakan bukit dan menggempur batu-batu pegunungan

    Untuk kepentingan Jepang dalam peperangan Asia Timur Raya, Jepang berusaha menguasai dan mendapatkan sumber-sumber bahan mentah untuk industri Jepang. Cara-cara Jepang mengeksploitasi sumber kekayaan alam Indonesia adalah:

    1. Semua perkebunan diawali oleh pemerintahan militer jepang dan pembelian hasil dimonopoli Jepang
    2. Perkebunan yang kurang berguna bagi kepentingan Jepang seperti teh, tembakau dan kopi dikurangi pengusahaannya diganti dengan tanaman bahan makanan dan jarak.
    3. Perkebunan yang dibutuhkan untuk kepentingan Jepang tetap diusahakan yaitu kina, selain itu ada karet dan tebu.
    4. Untuk pemenuhan kebutuhan pengadaan pangan, pemerintah Jepang melakukan penebangan hutan secara besar-besaran untuk dijadikan lahan pertanian pangan, seperti beras dan jagung.

    Usaha meningkatkan hasil pertanian terutama bahan pangan tidak berhasil karena:

    1. Penebangan hutan secara liar telah menimbulkan kerusakan lingkungan, banjir, terjadinya erosi dan kekurangsuburan tanah.
    2. Penanaman lahan pertanian tanpa diikuti teknik usaha peningkatan hasil produksi, hasilnya merosot
    3. Pemotongan hewan untuk konsumsi pasukan Jepang yang tanpa perhitungan menimbulkan populasi hewan semakin menurun.

    Sedangkan di bidang pertanian, Jepang melibatkan bangsa Indonesia dengan membentuk organisasi-organisasi:

    1. Seinendan atau Barisan Pemuda
    2. Kaibodan atau Barisan Pembantu
    3. Fujinkai atau Himpunan Wanita
    4. Gakutotai atau Barisan Pelajar
    5. Suisyuntai atau Barisan Pelopor
    6. Jawa Hokokai atau erhimpunan Kebangkitan Rakyat Jawa

    Di bidang kemiliteran, Jepang membentuk:

    1. HEIHO atau Barisan Prajurit Jepang
    2. PETA (Pembela Tanah Air)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *