Cerpen: Permainan Menarik

Oleh: Endang Firdaus


Aldi dan Danu bersahabat baik. Keduanya duduk dikelas yang sama. Mereka biasa bareng pergi ke sekolah. Mereka memiliki persamaan dalam banyak hal. Satu perbedaan mereka. Aldi sangat hebat dalam matematika, dan Danu sangat lemah. Danu sangat membenci pelajaran itu.
Suatu hari, Guru Matematika mengadakan tes. Aldi mendapat angka tertinggi. Sementara Danu tampak sangat pas-pasan. Hampir tidak lulus. Pulang sekolah Danu tampak terlihat murung.
“Kamu kenapa?” tanya Aldi. “Murung banget.”
“Tidak apa-apa,” sahut Danu. Aldi kembali mengajaknya bicara, namun Danu sedang tidak berselera bercakap-cakap.
“Kamu tampaknya sedang punya masalah. Aku punya satu permainan menarik yang bisa membuat hilang masalahmu. Kamu mau tahu?” tanya Aldi.
Danu mengernyitkan dahi. Ia rupanya tertarik dengan permainan menarik itu. Lalu diceritakannya masalah yang tengah dialaminya. Aldi mengangguk-angguk mendengarnya. Ia lalu menasihati Danu agar tak terlalu memikirkan hal itu. Katanya, untuk menguasai Matematika, Danu harus menyukai pelajaran itu dahulu.
“Sekarang, mari aku beri tahu permainan manarik itu,” ucap Aldi kemudian.
Aldi mengeluarkan sebuah kalender kecil dari dalam tasnya. Kedua anak itu kemudian duduk di tepi jalan. Aldi menyuruh Danu membuat satu kotak di atas kalender. “Kotak itu harus meliputi 3 angkadibagian atas, 3 angka ditengah, dan 3 angka di bawah,” kata Aldi.
Danu melakukan. Ia membuat kotak di tengah-tengah kalender. Kotak itu terdiri dari 9 angka. “Sudah”, cetus Danu. “Sekarng tunjukkan hal yang menariknya.”
“Aku bisa menjumlahkan ke 9 angka yang ada didalam kotak yang telah kamu buat tanpa melihat kalender,” ucap Aldi. “Sebutkan angka terbesar di kotak itu.”
“25”
“Jumlah ke 9 angka itu adalah 153,” cetus Aldi. “Coba kamu jumlahkan.”
Danu menjumlahkan ke 9 angka dalam kotak. Luar biasa! yagn dijumlahkan Aldi tadi tepat. Hasilnya tetap sama. “Hebat,” Puji Danu.

“Bagaimana kamu menjumlahkannya tanpa melihat angka-angka ini, Di?”
“Mudah sekali. Kamu juga dapat melakukannya. Dengarkan, “kata Aldi. “Kotak yang kamu buat di kalender itu terdiri dari 9 angka. Angka yang terbesar adalah 25. 25 dikurang 8. Sisanya 17. 17 kemudian dikalikan 9. hasilnya 153.”
danu mengangguk-angguk. Ia lalu mencoba melakukannya. Dibuatnya kotak kalender. Kotak itu terdiri dari 9 angka. Angka terbesar 17. 17 dikuranginya dengan 8. Sisa 9. 9 kemudian dikalikannya dengan 9. Hasilnya 81. danu kemudian menjumlahkan ke 9 angka dalam kotak satu persatu. Jumlahnya 81, sama seperti teori yang diajarkan oleh Aldi.
danu sangat menyukai permainan itu. Di rumah ia memperagakannya di depan ayah, ibu, dan adiknya. Ia lalu memberi tahu rahasianya. Sejak itu ia pun berusaha untuk menyukai Matematika. Ia tak ingin membencinya. *****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *