Pola Pemukiman Penduduk Indonesia

A. Pola Linier (Pemukiman Memanjang)
Pola pada bentuk linier ini memanjang searah dengan jalan kereta api, jalan raya, jalur sungai atau sepanjang garis pantai. Perhatikan contoh berikut!
– Pola permukaan penduduk di sepanjang jalan raya.

Keterangan: Jalan merupakan sarana transportasi yang dibuat dan dibangun oleh manusia.
Jalan memudahkan manusai bertansportasi menggunakan kendaraan angkut seperti sepeda, sepeda motor, mobil dan bus.

– Pola permukaan penduduk di daerah pantai

Keterangan: Pola permukiman penduduk di daerah pantai membentuk pola memanjang mengikuti pola aliran laut dan pantai. Pola yang ada mengarah memanjang di sepanjang pinggiran pantai.

B. Pola Dispersed (Permukiman Menyebar)
Bentuk permukiman jenis ini terpencar antara satu dan yang lainnya dengan bangunan yang menyebar keluar. Pola pemukiman penduduk yang menyebar ini sering dijumpai pada daerah yang iklimnya sangat kontras (basah-kering) dan tanahnya berbatu-batu. Pada daerah yang seperti ini, sumber daya alamnya terbatas sehingga kebutuhan orang banyak kurang tercukupi.
Pola permukiman seperti ini terbentuk dengan tidak terlepas dari pengaruh geografi setempat. Faktor ekonomi, jarak antartempuh, faktor mata pencaharian dan sistem pemilikan tanah.
Perhatikan gambar berikut!

Keterangan: Biasanya bentuk permukiman pola seperti di atas mengelilingi fasilitas tertentu yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat, seperti mata air, danau atau waduk.

C. Pola Nucleated (Permukiman Memusat)
Pola permukiman memusat banyak dijumpai di daerah pegunungan. Penduduk yang menempati pola ini umumnya berasal dari suatu keturunan, sehingga pada tempat ini ditemukan juga pemilikan tanah secara kelompok dan hidup secara gotong-royong. Pemekaran pemukiman mengarah kepada seluruh jurusan tanpa rencana sesuai dengan pertambahan penduduk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *