Siklus Hidup Sebuah Bintang

Ketika kita mengarahkan pandangan / teleskop kita ke arah langit malam, melihat ribuan bintang2 yg menerangi cakrawala, selain bisa membuat kita semakin mengagumi Maha Karya Sang Pencipta juga menyisakan beberapa pertanyaan dan fakta yg unik, misalnya fakta bahwa bintang2 itu juga memiliki “umur” / masa hidup.

Mereka (bintang2 itu) sudah terlahir jauh sebelum manusia hidup di bumi, dan faktanya mereka juga memiliki masa hidup, Lahir – menjalani hidupnya – tua – mati. Lantas bagaimana proses siklus hidup bintang2 itu ? apa yg menyebabkannya mati ? ada beberapa faktor yg menyebabkan / mempengaruhi daur hidupnya, salah satunya adalah faktor massa nya. Bintang2 yg memiliki massa kecil, mereka akan menghembuskan nafas terakhirnya seperti angin yg berhembus memadamkan api pada sebuah lilin. Sedangkan yg memiliki massa besar, mereka akan menghembuskan nafas terakhir dalam sebuah ledakan kosmis maha dahsyat yg dramatis, jutaan kali lebih dahsyat dari ledakan bom nuklir terkuat yg pernah dibuat manusia.
Setiap pagi kita menikmati hangatnya energinya, menikmati keindahan cahayanya, memanfaatkan energi panasnya. Yap!, seperti yg kita kenal,Matahari adalah sebuah bintang. Namun, butuh waktu ratusan tahun untuk mengetahui bahwa sebenarnya objek paling terang yang kita lihat dari pagi sampai sore hari itu tak ada bedanya dengan banyak objek ‘kecil’ yang kita lihat di langit malam, ya, matahari adalah sebuah bintang. Bukan yg paling terang juga bukan yg paling redup, bukan yg paling besar juga bukan yg paling kecil. Hanya 1 dari milyaran bintang yg ada dalam sebuah kota bintang2 yg kita sebut dengan “Galaksi Milky Way”. Yang menjadikan matahari kita adalah bintang yg istimewa adalah jaraknya yg dekat dengan planet kita.
Lokasi Tata Surya kita di Galaksi Milky Way
Bintang bukan makhluk hidup seperti yg hidup di planet kita, akan tetapi meski demikian, bintang juga memiliki siklus hidup / daur hidup. Lahir – menjalani masa hidupnya – tua – mati. Umur bintang tidak seperti makhluk hidup yg ada dibumi, umurnya relatif panjang, berkisar antara jutaan sampai milyaran tahun. Matahari kita umurnya sekitar 1 milyar tahun, dan belum bisa dibilang tua, perjalanan hidupnya masih ada sekitar 4 – 5 milyar tahun lagi.
Sebuah bintang memiliki dan memancarkan energi yg luar biasa besar. Hal inilah yg menyebabkannya bisa terlihat dari jarak yg luar biasa jauh (milyaran – trilyunan kilometer) / dalam satuan tahun cahaya. Energi yg begitu besar berasal dari reaksi Fusi nuklir yg terjadi didalamnya dengan bahan bakar utama gas hidrogen yg ada pada sebagian besar bintang.
Reaksi fusi nuklir penggabungan atom gas hidrogen membentuk helium merupakan proses yang terjadi pada sebagian besar bintang. Semakin besar massa suatu bintang, semakin tinggi temperaturnya. Bintang dengan temperatur lebih tinggi akan bersinar lebih terang. Bintang yg paling panas / tinggi suhunya memiliki cahaya Putih / Biru, yg lebih rendah memiliki cahaya merah / kuning. Contoh bintang yg memiliki suhu tinggi adalah Vega (terletak di konstelasi Lyra),Sirius A, Bellatrix (di konstelasi Orion), Epsilon Canis Majoris / Adhara (di konstelasi Canis Major), matahari kita termasuk bintang yg suhunya sedang, tidak termasuk paling tinggi / paling rendah.
Vega
Vega

Vega
Sirius A
Bellatrix

Bellatrix
Epsilon Canis Majoris

Epsilon Canis Majoris
Pada bintang dengan suhu yg tinggi, proses reaksi fusi (penggabungan) hidrogennya pun lebih cepat. Matahari kita membutuhkan waktu hingga 5 milyar tahun lagi untuk menghabiskan hampir semua hidrogen yg dimilikinya. Bintang yang massanya tiga kali massa Matahari akan menghabiskan hidrogennya dalam setengah milyar tahun. Sedangkan bintang yang massanya setengah massa Matahari memerlukan waktu 200 milyar tahun agar semua hidrogennya habis.
Pada waktu hidrogen digunakan pada reaksi fusi, inti pada bintang akan semakin menyusut dan suhu didalamnya meningkat hingga 100 juta derajat Celcius. Dengan suhu yg tinggi ini menyebabkan semua gas yg berada di sekeliling inti bintang mengalami pemuaian besar-besaran. Akhirnya ukuran bintang menjadi membesar ratusan kali lipat dari ukuran aslinya, nah pada tahap ini, bintang memasuki fase kehidupan yg membuat mereka dinamakan sebagai “Red Giant Star” (Bintang Raksasa Merah), contoh bintang yg sudah memasuki fase red giant adalah : Arcturus, Aldebaran, Antares A,Betelgeuse.
Arcturus
Antares (MERAH TERANG)
Aldebaran

Aldebaran

Betelgeuse
Sebagai perbandingan, mari kita lihat seberapa besar bintang2 tetangga tata surya kita jika dibandingkan dengan matahari kita dan planet2 dalam tata surya kita.

Matahari kita nantinya juga akan mengalami fase menjadi “Red Giant”, para ilmuwan dan astronom memperkirakan 5 milyar tahun dari sekarang, ledakan gas dari matahari akan melewati orbit bumi dan ukuran matahari jadi membesar hingga melahap beberapa planet yg ada di orbitnya mulai dari Merkurius, Venus, dan Bumi. Tentunya saat itu terjadi maka tak ada satupun di bumi yg bisa lolos dari matahari 
Pada fase selanjutnya, pada waktu inti sebuah bintang mencapai suhu 100 juta derajat, kondisi yg seperti ini tidak cukup untuk memulai sebuah reaksi Fusi nuklir. Akhirnya apa yg terjadi ? atom2 helium yg akan bergabung untuk membentuk atom lain yg lebih besar bersamaan dengan karbon dan oksigen. Gas di sekitar inti akan kembali memuai, menyebar dan ukuran bintang kembali mengalami pembesaran, bintang yg sedang mengalami fase ini disebut dengan “Red Super Giant / Red Hyper Giant” (Bintang Maha Raksasa Merah).
RED SUPERGIANT STAR
BLUE SUPERGIANT STAR

BLUE SUPERGIANT STAR
Meskipun ada beberapa bintang yg memiliki suhu tinggi (berwarna putih / biru) melebihi bintang2 merah yg disebut “Blue Super Giant”. Contoh bintang yg sedang mengalami fase Red Super Giant dan Blue Super Giant adalah : Rigel, Epsilon Canis Majoris, dan VY Canis Majoris, bintang ini (VY Canis Majoris) ukurannya ribuan kali lebih besar dari matahari kita. (Bintang dengan ukuran terbesar yg diketahui manusia), diameter bintang berukuran monster ini : 2.800.000.000 km,(bagaimana mungkin kita bisa membayangkan diameter sebesar itu?) jika kita mencoba mengelilingi bintang ini dengan pesawat ber-kecepatan 900 km / jam dalam sekali putaran maka akan dibutuhkan waktu kira2 1100 tahun untuk mengelilinginya . Mati di pesawat kita 
Rigel

Epsilon Canis Majoris

VY Canis Majoris

VY Canis Majoris
Ketika matahari memasuki fase Super giant, maka ukurannya kembali membesar dan melahap planet2 sampai orbit jupiter. Pada kondisi super giant ini, bintang menghasilkan energi dengan waktu yg begitu cepat, tetapi tidak bertahan lama.
Karena tingginya suhu dan besarnya produksi energi yg dikeluarkan oleh bintang super giant ini, lapisan2 gas nya terlepas dari intinya (mengalami collapse), hingga pada akhirnya menyisakan inti nya saja. Nah, pada bintang2 bermassa kecil (seperti matahari kita), kondisi ini merupakan ajal bagi matahari, akhir hidupnya yg kemudian berlanjut ke fase selanjutnya yaitu bintang menjadi menyusut sampai seukuran planet (kira2 sebesar venus / bumi), nah pada fase ini, bintang disebut sebagai “White Dwarf” (Bintang Katai Putih). Massa bintang white dwarf hanya sekitar 500 ton . Selanjutnya white dwarf akan mendingin, suhunya berangsur-angsur turun sampai pada akhirnya tidak bersinar lagi, hanya menjadi obyek yg dingin dan gelap, inilah akhir dari perjalanan hidupnya .
white dwarf
Akan tetapi, perjalanan hidup sangat berbeda pada bintang2 dengan massa yg masif / besar. Pada dasarnya proses siklus hidupnya yg sama seperti diatas, namun pada waktu intinya menyusut, suhunya malah semakin meningkat drastis, sampai pada akhirnya bintang menemui akhir hidupnya dalam sebuah ledakan maha dahsyat dimana energi ledakan ini sama dengan jumlah energi yg dikeluarkan oleh sebuah galaksi dengan milyaran bintang.
supernova

supernova
Sisa – sisa dari sebuah Supernova

Bintang yg memasuki fase ini disebut dengan “Supernova”. Akan tetapi cerita masih belum berakhir untuk bintang supernova ini. Inti dari supernova yg masih tersisa setelah ledakan itu ukurannya jadi sangat kecil, bahkan menjadi tak lebih dari setengah wilayah negara kita. Nah pada fase ini, bintang disebut sebagai “Neutron Star” (bintang neutron). Massa dan kepadatan bintang neutron ini ratusan juta kali lebih besar daripada white dwarf, dan memancarkan energi Sinar – X dan sinar Gamma (X –Ray & Gamma Ray) dalam jumlah yg begitu besar. 
neutron star

neutron star
Lantas apa yg terjadi jika bintang neutron ini mendekati orbit bumi ? silahkan dilihat di video berikut.
Bintang Neutron merupakan jalur alternatif dari sebuah supernova. Namun beberapa bintang dengan massa yg besar yg menjadi supernova kemudian terus menyusut dengan ukuran yg jauh lebih kecil dari bintang neutron. Pada saat ini, bintang menjadi lebih padat dan semakin padat, demikian juga gravitasi nya yg menjadi jutaan kali lebih kuat hingga bisa membuat apapun, obyek apapun yg mendekatinya pasti akan terperangkap dan tehisap oleh medan gravitasi dari bintang hasil supernova ini bahkan cahaya sekalipun bisa dihisap / dibelokkan olehnya. Inilah fase terakhir sebuah bintang yg telah mengalami supernova yg disebut dengan “Black Hole” (lubang hitam).

black hole

black hole

black hole

Bagaimana mekanisme, dan sifat lubang hitam?, berikut disimak videonya

Black hole adalah obyek yg sangat misterius, luar biasa padat, dengan medan gravitasi yg luar biasa bahkan cahaya pun tak bisa lolos darinya. Secara kasat mata, black hole tak bisa dilihat, karena memang tidak memancarkan cahaya, akan tetapi ada beberapa cara untuk mendeteksi keberadaan black hole, misalnya teleskop infra merah, karena meski tak memancarkan cahaya, tetapi black hole memancarkan pancaran energi yg begitu besar, salah satunya adalah gelombang infra merah.

Sumur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *