Pengertian Sistem Perekonomian

Kehidupan ekonomi tiap negara berbeda-beda, hal ini dipengaruhi antara lain oleh dasar negara dan pandangan hidup negara tersebut.

Dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka sistem perekonomian Indonesia juga didasari oleh Pancasila. Jadi, segala masalah kehidupan ekonomi Indonesia dijiwai dan didasari oleh Pancasila. Sebagai contoh, negara Pancasila tidak menghendaki adanya perbudakan sehingga hak-hak pekerja di Indonesia dilindungi oleh undang-undang. Contoh lain di negara yang berdasarkan komunis, sistem ekonomi yang dipakai ialah sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi ini antara lain ditandai dengan tidak adanya kebebasan dalam berusaha dan dalam memiliki barang hasil kerjanya. Negara yang menganut sistem ini antara lain RRC dan negara-negara Eropa Timur.

Begitu pula di negara yang dasar negaranya liberal maka sistem ekonominya juga liberal (kapitalis), yaitu sistem ekonomi yang ditandai dengan memberikan kesempatan yang besar kepada perseorangan dan swasta untuk bergerak dalam kehidupan ekonomi tanpa banyak campur  tangan dan hambatan dari negara/pemerintah. Negara yang menganut sistem ini adalah negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Sistem perekonomian adalah cara suatu bangsa atau negara mengatur kehidupan ekonominya yang bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.
Menurut P. Samuelson, ada empat tugas pokok sistem perekonomian nominal yaitu:

1. Apakah yang akan diproduksi –> (jenis barang/jasa)
2. Bagaimanakah barang-barang dan jasa-jasa itu akan diproduksi –> (cara/sistem)
3. Siapa sajakah yang akan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa tersebut –> (konsumen)
4. Berapa banyakkah sumber-sumber perekonomian akan disalurkan (dipasarkan) dan berapa banyak yang akan disimpan –> (pemasaran dan investasi/tabungan).

Jadi, suatu sistem perekonomian sangat berkaitan dengan:

Barang apa yang akan dihasilkan, berapa banyaknya, siapa yang menghasilkannya, siapa yang akan membelinya, berapa banyak faktor produksi yang akan digunakan, berapa besar balas jasa (keuntungan), dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *