Apartheid

  1. Pengertian
  2. Apartheid adalah perbedaan warna kulit yaitu warna kulit hitam dengan warga kulit putih di Afrika selatan. Dalam perkembangannya apartheid tidak hanya membedakan warga kulit hitam dengan kulit putih saja, melainkan kebijakan politik pemerintah di Afrika selatan yang diperkuat dengan undang-undang guna menyingkirkan warga kulit  hitam di Afrika selatan.
  3. sejarah masuknya bangsa Barat di Afrika selatan
  4. Pada tahun 1652 bangsa Belanda masuk ke Afrika yang dipimpin oleh John Riebeek. Mereka ini sering disebut bangsa Boer. Pada tahun 1812 menyusul masuk bangsa Inggris di Afrika bagian selatan, yaitu Tanjung Harapan. Kedatangan orang-orang Inggris ini menimbulkan perselisihan dengan bangsa Belanda yang datang lebih a8al. Akhirnya timbullah perang yang disebut Perang Boer tahun 1880-1881 dan tahun 1889-1902. Bangsa Boer kalah dan Inggris menang.
    Tahun 1910 Inggris berhasil menyatukan negara-negara di kawasan Afrika selatan menjadi Uni Afrika selatan.
  5. Perkembangan Politik apartheid di Afrika selatan
  6. Pada tahun 1948 Partai Nasional pimpinan Dr. Daniel Francois Malan berhasil memegang kekuasaan di Afrika selatan. sejak tahun ini politik apartheid menjadi kebijakan resmi pemerintah Afrika selatan. Kebijakan ini memungkinkan orang-orang kulit putih di Afrika selatan yang hanya berjumlah 15% dari penduduk kulit hitam bisa mengatur dan mendominasi pemerintahan di negeri itu.
    Pada tahun 1958 Partai Nasional memilih pemimpin baru yaitu Hendrik F. Verwoed sebagai PM Uni Afrika selatan yang baru. Di samping meneruskan kebijakan politik apartheid, Verwoed juga mengeluarkan kebijakan baru yang disebut Home Land bagi orang-orang kulit hitam. Tujuannya adalah untuk memisahkan orang-orang kulit hitam berdasarkan suku dengan orang-orang kulit putih.
    Pada tahun 1966 Verweod terbunuh, ia digantikan oleh John Voster. Pada masa ini politik apartheid tetap diberlakukan. Tahun 1979 Voster dipaksa mengundurkan diri diganti oleh Pieter Botha.
  7. Politik apartheid menimbulkan kemarahan internasional
  8. Praktik politik apartheid di Arika selatan mendapat reaksi dan kecaman dari dunia internasional karena bersifat rasis dan melanggar hak asasi manusia.
    a. sifatnya rasialis, hal ini dapat dilihat dari beberapa kebijakan penguasa kulit putih yang tujukan kepada warga kulit hitam, misalnya:
    1. Group Area Act, yaitu UU yang mengatur pemisahan warga kulit hitam dengan kulit putih.
    2. Land Act, yaitu UU yang melarang warga kulit hitam memiliki tanah di luar yang sudah ditentukan.
    3. Populations Registration Act, yaitu UU yang mewajibkan warga kulit hitam untuk mendaftarkan diri menurut kelompoknya masing-masing.
    b. Bertentangan dengan hak asasi manusia karena ada kebijakan politik apartheid yang sangat merugikan 8arga kulit hitam, seperti berikut:
    1. Warga kulit hitam tidak berhak ikut pemilu di negaranya sendiri.
    2. Gaji buruh kulit hitam dibanding dengan warga kulit putih adalah 1:30.
    3. Warga kulit hitam yang berunjuk rasa menuntut hak-hak mereka ditindas dengan kejam.
  9. Perlawanan warga kulit hitam
  10. warga kulit hitam yang tertindas di negaranya sendiri oleh bangsa kulit putih atau pendatang berusaha melepaskan diri dari penindasan melalui perjuangan seperti berikut.
    a. Melakukan aksi-aksi pemogokan kaum buruh.
    b. Mekakukan bentrokan langsung dengan pihak polisi.
    c. Mendirikan organisasi modern seperti ANC (Afrika National Congres) pimpinan Nelson Mendela. Tahun 1961 Mandela menyerukan rakyat untuk melakukan aksi diam dirumah-rumah. Akibatnya Nelson ditangkap dan dipenjara. Baru tahun 1990 Mandela dibebaskan pemerintah Afrika selatan.
    d. INKATA (Partai Kebebasan)
    Dipimpin Mangusta Buthelesi dan Raja Zulu Godwil Zwelitini. INKATA menginginkan kerajaan sendiri, pajak sendiri, tentara sendiri yang terpisah dengan Afrika selatan.
  11. Berakhirnya politik apartheid
  12. Pada tanggal 11 Februari 1990 Nelson Mandela dibebaskan dari penjara Pretoria oleh pimpinan Afrika yang baru F.W De Klerk. setelah keluar dari penjara perjuangan Mandela tidak surut sedikitpun. Perjuangan Mandela yang tidak kenal lelah ini memaksa pemimpin Afrika selatan F.W. De Klerk mengeluarkan beberapa kebijakan baru seperti berikut.

  • Tanggal 21 Februari 1991 di hadapan sidang parlemen Afrika selatan De Klerk mengumumkan penghapusan semua ketentuan dan eksistensi politik apartheid
  • Pengumuman tersebut dilanjutkan dengan penghapusan tiga undang-undang yang memperkuat kedudukan dan kekuasaan apartheid, yaitu: Land Act, Group Areas Act, dan Populations Registration Act.
  • De Klerk juga mengumumkan diadakan pemilu tanpa pembatasan rasial. Tahun 1994 pemilu multiras diadakan di Afrika selatan, yang dimenangkan oleh Nelson Mandela. Tanggal 9 Mei Mandela dipilih Majelis Nasional menjadi presiden Afrika selatan yang baru dan tanggal 10 Mei ia dilantik sebagai presiden yang baru. sementara De Klerk yang kalah diangkat sebagai wakil presiden.

    Dengan tampilnya Nelson Mandela dari kulit hitam sebagai presiden Afrika selatan yang baru, maka berakhirlah politik apartheid di Afrika selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *