Runtuhnya Uni Soviet

1. Revolusi komunis 25 Oktober 1917
Sejarah terbentuknya Uni Soviet tidak dapat dilepaskan dari peristiwa 25 Oktober 1917 atau sering disebut revolusi Komunis.
Revolusi dipelopori oleh kaum Bolsyewiki (sosial radikal atau komunis) yang dipimpin oleh Lenin dan Trotsky menggulingkan pemerintahan kaum Mensyewiki atau sosial moderat atau sosialis yang dipimpin Kerensky. Kerensky tidak dapat kepercayaan lagi dari rakyat Rusia setelah gagal menyerbu Jerman.
Pudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan kaum Menskyewiki dimanfaatkan Sebaik-baiknya oleh kaum Bolsyewiki yang dipimpin oleh Lenin untuk merebut kekuasaan. Tanggal 25 Oktober 1917 kekuasaan kaum Mensyewiki jatuh ke tangan kaum Bolsyewiki. Peristi8a ini sering disebut Revolusi Komunis.
2. Terbentuknya Uni Soviet
Setelah berhasil menggulingkan pemerintahan kaum mensyewiki, Lenin mengeluarkan beberapa kebijaksanaan untuk mengatur pemerintah komunis di Rusia. Kebijakan itu adalah:
  1. Tahun 1919 dibentuk komitmen untuk memimpin komunisme internasional.
  2. Tahun 1921 Rusia berhasil mengajak Ukraina dan Balarus USSR (Union of Soviet Socialist Republic), yang disingkat Uni Soviet dengan ibu kotanya Moskow. Tiga republik pendiri Uni Soviet ini kemudian berhasil mendesak negara-negara disekitarnya untuk bergabung dengan Uni Soviet. Negara-negara itu antara lain:

  • Armenia, Azerbaijan, dan Georgia yang bergabung tahun 1922;
  • Uzbekistan dan Turkmenia bergabung tahun 1924;
  • Tajikistan bergabung tahun 1929;
  • Kazakstan dan Kinghistan bergabung tahun 1936; dan
  • Estonia, Latvia, dan Moldova bergabung tahun 1941.

Mereka bergabung dalam Uni Soviet kerena terpaksa dan mendapat tekanan serta ancama dari Uni Soviet.
3. Sebab-sebab runtuhnya Uni Soviet
Negara Uni Soviet yang berdiri kokoh sejak tahun 1921 akhirnya runtuh begitu saja di akhir abad 20. Adapun sebab-sebab keruntuhan Uni Soviet adalah sebagai berikut.
  1. Politik glasnost (keterbukaan) dan perestroika (pembaruan) yang dikumandangkan oleh Mikhail Gorbachev mendorong timbulnya semangat baru bagi rakyat Uni Soviet untuk hidup bebas tanpa ada tekanan.
  2. Timbulnya nasionalisme di negara-negara bagian Soviet akibat politik glasnost dan perestroika yang dikumandangkan Gorby.
  3. Sistem ekonomi yang sentralistis tidak mampu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.
  4. Sistem pemerintahan komunis yang diktator tidak sejalan lagi dengan arus kebebasan yang sedang berkembang saat itu.
  5. Pembentukan Uni Soviet pada mulanya dilakukan dengan cara paksaan dan tekanan serta ancaman sehingga mudah rapuh.
  6. Dominasi militer semakin berkurang sejak memburuknya ekonomi Uni Soviet.
  7. Pengaruh komunis semakin pudar sejak politik glasnost dan perestroika didengungkan Gorby. Padahal tegaknya Uni Soviet karena sistem komunis.
  8. Sebab khususnya yaitu ketika Boris Yeltsin (Presiden Rusia mengeluarkan pernyataan yang berisis Bahwa Uni Republik Sosialis Soviet sebagai subjek hukum internasional dan realita geopolitis dihapuskan eksistensinya). Pengumuman ini disampaikan pada tanggal 8 Desember 1991. Namun baru tanggal 25 Desember 1991 resmi dinyatakan Uni Soviet bubar ditandai mundurnya Gorby.

4. Negara-negara bagian uni Soviet
Negara-negara pecahan Uni Soviet yang memerdekakan diri antara lain:
  1. aLithuania merdeka 11 Maret 1990 bentuk republik;
  2. Estonia merdeka 20 Agustus 1991 bentuk republik;
  3. Latvia merdeka 21 Agustus 1991 bentuk republik;
  4. Belarusia merdeka 27 Juli 1990 bentuk republik;
  5. Kazakstan merdeka 25 Oktober 1990 bentuk republik;
  6. Ukraina merdeka 24 Agustus 1990 bentuk republik;
  7. Azerbaijan merdeka 30 Agustus 1991 bentuk republik;
  8. Kirghistan merdeka 30 Agustus 1991  bentuk republik;
  9. Tajikistan merdeka 31 Desember 1991 bentuk republik;
  10. Uzbekistan merdeka 1 September 1991 bentuk republik;
  11. Armenia merdeka 24 September 1991 bentuk republik;
  12. Georgia merdeka 9 April 1991 bentuk republik;
  13. Moldova merdeka 27 Agustus 1991 bentuk republik; dan
  14. Turkmenia merdeka Oktober 1991 bentuk republik.

Dengan keluarnya pernyataan boris Yeltsin diatas, berarti keberadaan Uni Soviet sudah berakhir. Selanjutnya untuk menampung negara-negara republik bekas Uni Soviet dibentuk CIS (Common8ealth of Independence States) atau sering disebut Persemakmuran Negara-negara Merdeka (PNM).
Keputusan Boris Yeltsin membubarkan Uni Soviet dan membentuk CIS ditentang dan dibatalkan Gorby. Namun usaha Gorby ini sia-sia mengingat Rusia, Ukraina, dan Belarusia adalah pendiri Uni Soviet. Jadi, ketiga negara republik tersebut memiliki latar belakang sejarah yang kuat bagi terbentuknya Uni Soviet.
Dengan bubarnya Uni Soviet ini berarti hilang pula kekuasaan Gorby sebagai presiden Uni Soviet. Oleh karenanya dia lalu mengundurkan diri tanggal 25 Desember 1991.
Bubarnya Uni Soviet juga membawa akibat:
  1. AS tidak ada tandingannya,
  2. AS menjadi polisi dunia,
  3. ekonomi Rusia hancur,
  4. komunisme internasional gulung tikar,
  5. perang dingin berakhir,
  6. Pakta Warsawa bubar, dan
  7. Munculnya konflik di negara-negara Eropa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *