Kapan Terjadinya Lailatul Qodr?

Termasuk keistimewaan bulan Romadhon atas seluruh bulan yaitu adanya malam kemuliaan atau yang disebut dengan “Lailatul Qodr”. Malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam dimana para malaikat Allah dan malaikat Jibril turun ke bumi.
Malam yang penuh berkah ini berlangsung di antara sepuluh malam terakhir bulan Romadhon, khususnya di malam-malam ganjil. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فيه ليلة خير من ألف شهر من حرم خيرها فقد حرم
“Di bulan Romadhon itu ada suatu malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang diharomkan dari kebaikan pada malam itu, maka sungguh dia telah dijauhkan dari kebaikan.” (HR. ‘Abdurrozzaq 4/175, Ahmad 2/385, An-Nasa’i 4/129)
Beliau juga bersabda, “Carilah Lailatul Qodr di sepuluh malam terakhir dari bulan Romadhon.” (HR. Al-Bukhori 2020 dan Muslim 1169)
Lailatul Qodr tidak terjadi hanya dalam satu waktu, akan tetapi berpindah-pindah dari tahun ke tahun sebagaimana yang diriwayatkan oleh para Shohabat Nabi rodhiyallahu ‘anhum:
1. Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 21 Romadhon (Shohih Al-Bukhori 1877 dan Muslim 1995) yaitu ditandai dengan langit terang tidak berawan dan kemudian turun hujan pada malam harinya menjelang shubuh.
2. Abdullah bin Unais meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 23 Romadhon yang juga ditandai dengan turun hujan pada malam harinya menjelang shubuh (Shohih Muslim 1997)
3. Ibnu ‘Abbas meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 24 Romadhon (Musnad At-Thoyalisi 2167 – Fat-hul Bari 4/262)
4. Ubay bin Ka’ab meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam ke 27 Romadhon dan ditandai keesokan harinya dengan matahari yang terbit dengan sinar yang tidak memancar kuat (Shohih Muslim 1999)
5. Abu Huroiroh meriwayatkan, Lailatul Qodr terjadi pada malam 27 atau 29 Romadhon. (Musnad At-Thoyalisi 2545)
Adapun pendapat sebagian kalangan bahwa malam yang agung itu sudah diangkat oleh Allah maka ini pendapat yang batil. Abdullah bin Yahnus berkata, aku tanyakan kepada Abu Huroiroh:
زعموا أن ليلة القدر رُفعت! قال: كذب من قال ذلك
“Ada orang menyangka bahwa Lailatul Qodr sudah diangkat (tidak akan terjadi lagi)?” Maka Abu Huroiroh menyangkal, “Telah dusta orang yang mengatakannya.” (Riwayat ‘Abdurrozzaq 4/252)
Al-Imam Al-Mutawalli Asy-Syafi’i menghikayatkan bahwa omongan seperti itu (Lailatul Qodr tidak akan terjadi lagi) berasal dari kalangan Syiah Rofidhoh. (At-Tatimmah)
Lailatul Qodr akan senantiasa berlangsung setiap tahun di antara sepuluh malam terakhir bulan Romadhon. Terjadinya malam yang agung itu ditandai dengan ciri-cirinya yang nampak di malam hari dan di keesokan harinya. Maka persiapkan diri dengan amalan ketaatan, sholat, membaca Qur’an, berdzikir, berdoa dan beristighfar.
Hanya orang-orang yang diberi tawfiq oleh Allah yang akan meraih keutamaannya dan diampuni dosa-dosanya. Alloohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
manhajulhaq
Fikri Abul Hasan
Telegram Channel
http://bit.ly/2o6nfMe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *